Kemajuan Teknologi Ancam Privasi Masyarakat di Seluruh Dunia

Kemajuan Teknologi Ancam Privasi Masyarakat di Seluruh Dunia

Kemajuan teknologi ancam privasi para pengguna perangkat digital sekaligus jaringan internet hingga ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Belakangan ini marak terjadi insiden tentang kebocoran privasi maupun keamanan dunia maya sampai publik pun tak henti-hentinya membicarakan mengenai hal ini.

Saking banyaknya kejadian tersebut, hampir setiap minggu selalu ada saja hacker yang tertangkap basah oleh pihak berwenang sedang meretas akun. Bukan hanya itu, sejumlah tindak kriminal lainnya seperti penipuan, scamming, crowdfunding, pembobolan kartu kredit, dan masih banyak lagi, semuanya tambah banyak dari hari ke hari.

Semakin Muktahir Bidang Teknologi Sejalan Dengan Kemajuan Teknologi Ancam Privasi

Para pelaku peretasan akun juga tambah cerdas dan cerdik karena selalu berinovasi sekaligus berani bereksperimen dalam kegiatannya. Dengan kata lain, kemajuan dunia teknologi membawa efek samping berupa peningkatan resiko praktek kriminal yang juga semakin muktahir dan penuh tipu muslihat.

Dari berbagai macam metode kejahatan, yang paling booming dan banyak diketahui oleh banyak orang salah satunya adalah aplikasi Deepfake. Teknologi yang terbilang masih baru ini telah mampu memanipulasi wajah manusia dari beragam konten seperti gambar, suara, hingga video sekalipun sehingga meresahkan netizen.

Kemajuan Teknologi Ancam Privasi dan Berpotensi Menciptakan Kerusuhan

Deepfake adalah contoh bahwa kemajuan teknologi ancam privasi adalah nyata adanya, dan jelas ia berpotensi menciptakan adu domba. Bayangkan saja jika seandainya ada seorang hacker yang memanipulasi wajah serta suara tokoh terkenal dengan kalimat kontroversial mengenai SARA, bisa dipastikan perang sipil tak terhindarkan lagi.

Semua kemampuan Deepfake adalah hasil dari A.I miliknya yang semakin pintar mendeteksi wajah manusia secara sempurna dan hampir tanpa cacat. Sejumlah pakar teknologi pun mengaku khawatir dengan keberadaan aplikasi ini karena sulit sekali untuk mengidentifikasi keaslian dari sebuah konten yang diproduksi oleh Deepfake.

Kemajuan Teknologi Ancam Privasi Masyarakat di Seluruh Dunia

Perusahaan teknologi raksasa Google dilaporkan juga sedang mengembangkan penelitian yang menggabungkan antara komputerisasi dengan fisika kuantum. Jika berhasil terwujud, maka ia akan mampu memecahkan sejumlah enkripsi rumit yang tadinya mustahil untuk teruraikan, seperti data transkrip transaksi kartu kredit ataupun blockchain.

Dengan kata lain, apabila teknologi ini jauh ke tangan orang jahat maka tidak dapat terbayangkan ada berapa ratus juta pelanggan kartu kredit yang terancam privasinya. Tidak perlu melihat jauh-jauh, bahkan saat ini saja TikTok dianggap mengancam keamanan oleh sejumlah negara khususnya negara adidaya yaitu Amerika Serikat.

Semakin Muktahir Bidang Teknologi Sejalan Dengan Meningkatnya Resiko Kejahatan

Tak hanya dari segi aplikasi, bahkan kemajuan teknologi ancam privasi pengguna ponsel cerdas juga karena 5G sebentar lagi resmi beroperasi secara global. Kecepatan yang dihasilkan akan sampai kepada suatu level yang belum pernah kita alami sebelumnya, membuat banyak jaringan nirkabel akan mendapat dukungan penuh dalam pengoperasiannya.

Karena masih terbilang baru, sejumlah pakar memberikan prediksi bahwa nantinya akan banyak pengguna awal yang menjadi korban serangan DDoS. Selain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, tentunya para pelaku kejahatan sangat siap karena telah mempeljari struktur jaringan ini lebih dulu daripada orang awam pada umumnya.

Kemajuan Teknologi Ancam Privasi dan Berpotensi Menciptakan Kerusuhan

Dari semua contoh di atas, jelas bahwa teknologi A.I adalah yang paling mengkhawatirkan dan berpotensi menjadi ancaman besar dalam sejarah umat manusia. Program ini dapat memanipulasi sejumlah akses ke berbagai dokumen penting perusahaan swasta maupun lembaga kenegaraan, sehingga menimbulkan kegemparan skala nasional atau bahkan internasional nantinya.

Jika sudah demikian, kita sebagai orang biasa hanya bisa pasrah terhadap keadaan, berdoa semoga tidak menjadi sasaran empuk para pemangsa di dunia maya. Semoga pihak berwenang dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi industri 4.0 yang semakin melibatkan teknologi dalam kegiatannya sehari – hari.

About: Forne


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *