Pembaharuan Teknologi Keamanan Bandara Menjadi Lebih Muktahir

Pembaharuan Teknologi Keamanan Bandara Menjadi Lebih Muktahir

Pembaharuan teknologi keamanan bandara sudah sepantasnya mendapatkan lebih dari sekedar peremajaan, melainkan penggantian dengan produk baru yang lebih muktahir. Selama puluhan tahun lamanya, bandar udara hanya mengalami beberapa perbaikan minor sehingga dapat kita katakan bahwa teknologinya kini mulai usang termakan kemajuan zaman.

Sudah saatnya layanan transportasi udara ini mulai melakukan inovasi seiring meningkatnya pengguna pesawat terbang dari tahun ke tahun. Keberadaan sejumlah pos pemeriksaan di beberapa titik bandara kini dinilai tak lagi efisien dan kurang efektif dalam menanggulangi pencegahan terjadinya ancaman keselamatan.

Pembaharuan Teknologi Keamanan Bandara Menjadi Lebih Muktahir

Pasalnya, segala macam proses pemeriksaan penumpang menyebabkan seseorang harus meluangkan cukup banyak waktu hanya demi bepergian menggunakan pesawat. Itulah sebabnya penumpang transportasi udara mengalami hambatan pertumbuhan selama puluhan tahun terakhir, jauh melampaui kereta maupun kapal laut.

Namun, dapatkah anda membayangkan kemudahan manakala cukup meletakkan tas pada bilik pemeriksaan, lalu berjalan melewati pintu khusus tanpa pemberhentian lagi. Bagi orang yang kesehariannya berhubungan dengan penerbangan, ia pasti akan bersorak sorai karena itu tandanya penghematan waktu dalam jumlah banyak yang bisa ia manfaatkan untuk hal lain yang jauh lebih berharga.

Berterima kasihlah pada berbagai penemuan terbaru di bidang teknologi yang berhasil menemukan mesin pemindai jenis paling anyar. Bukan hanya mampu melakukan scan menyeluruh pada tas bawaan, ia juga dapat mengenali wajah setiap penumpang yang terintegrasi dengan paspor pribadi, bahkan mendeteksi tanda – tanda khusus seperti tanda lahir dan lain sebagainya.

Pembaharuan Teknologi Keamanan Bandara Akan Segera Menjadi Kenyataan

Bersiaplah menyongsong pembaharuan teknologi keamanan bandara yang tadinya sama sekali belum ada perubahan semenjak 1980 silam. Perkembangan keamanan teknologi dan informasi dunia telah mengantarkan kita menuju sebuah tradisi maupun budaya baru yang serba melek perangkat digital.

Departemen Keamanan Dalam Negeri milik Amerika Serikat kini mulai mengadakan uji coba terkait teknologi mengenali wajah dari hasil scan biometrik. Fungsinya dimaksudkan agar mereka dapat lebih melakukan antisipasi apabila menemukan adanya wisatawan asing mencurigakan yang baru saja tiba di bandara Amerika Serikat.

Pembaharuan Teknologi Keamanan Bandara Akan Segera Menjadi Kenyataan

Suatu kondisi ideal di mana calon penumpang hanya perlu berjalan tanpa henti dari halaman utama menuju pintu gerbang keberangkatan akan segera menjadi kenyataan. Setidaknya hal ini dapat terwujud dalam tempo kurang dari lima hingga sepuluh tahun lagi, seandainya umat manusia tidak tertimpa pandemi covid yang terlanjur merebak dan melumpuhkan seluruh jalur penerbangan udara di dunia.

Posko pemeriksaan selama ini adalah gabungan dari sebuah keseimbangan antara tingkat keamanan hingga kecepatan perpindahan manusia. Kewajiban setiap petugas adalah memastikan bahwa hak setiap penumpang untuk terbang dengan rasa nyaman dan aman menjadi sebuah prioritas tertinggi dalam prosedur standar bandara.

Momok kegiatan sebelum berangkat menggunakan pesawat terbang adalah keharusan petugas untuk membedakan benda berbahaya dan umum. Terkadang sempat terjadi sebuah kekeliruan di mana mesin salah mengidentifikasi madu sebagai bahan peledak cair, sehingga menggemparkan seluruh isi bandara dan merusak seluruh jadwal terbang pada hari itu.

Penumpang Memungkinkan Untuk Menaruh Laptop Dalam Koper

Dalam waktu yang sangat singkat, pembaharuan teknologi keamanan bandara akan bermula dari perombakan sebuah alat bernama sinar X ray. Pejabat bandara menilai bahwa alat ini sudah ketinggalan zaman, sama sekali tidak praktis karena perlu space besar dan terkadang menyebabkan antrian panjang.

Pasalnya alat pemindai sinar X hanya mampu mendeteksi keberadaan benda bermuatan logam maupun besi, sehingga peranti digital seperti laptop harus terpisah dari koper. Apabila perannya tergantikan oleh CT Scanner, maka penumpang tidak perlu lagi merepotkan diri dengan memilah barang mana saja yang boleh masuk ke dalam koper.

Pembaharuan Teknologi Keamanan Bandara Menaruh Laptop Dalam Koper

CT Scanner ini tak hanya mampu membedakan benda bermaterial logam, melainkan juga dapat mendeteksi zat seperti cairan, gel, serta aerosol. Kalau sudah demikian, pemangkasan waktu pemeriksaan akan menjadi jauh lebih singkat secara drastis dan membuat waktu menjadi lebih efisien dan efektif.

US Transportation Security Administration atau biasa disingkat TSA, selama ini telah bertanggung jawab memastikan keselamatan calon penumpang pesawat terbang. Pihak TSA merasa bahwa sudah saatnya bagi mereka untuk bekerja di belakang layar dan mengurangi kontak fisik sebisa mungkin, khususnya bila nanti pandemi mereda karena kita akan menyongsong apa yang pemerintah sebut dengan new normal.

About: Forne


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *