Sembarangan Simpan Data Ponsel Berujung Gisel Jadi Tersangka

Sembarangan Simpan Data Ponsel Berujung Gisel Jadi Tersangka

Sembarangan simpan data ponsel apalagi jika itu menyangkut hal bersifat pribadi bukanlah tindakan bijaksana dan akan merugikan diri sendiri di kemudian hari. Polda Metro Jaya baru saja menetapkan Gisel menjadi tersangka secara resmi karena artis terkenal ini terbukti merupakan pemilik video syur yang sedang viral di internet.

Kini artis kondang bernama asli Gisella Anastasia tersebut sedang menghadapi ancaman pidana terkait Undang-Undang Pornografi sehingga akan menghancurkan kariernya. Penetapan Gisel sebagai tersangka sudah masuk tahap ketok palu setelah penyelesaian hasil dari acara gelar perkara, berdasarkan keterangan dari Kombes Yusri Yunus beberapa waktu lalu.

Sembarangan Simpan Data Ponsel Berujung Gisel Jadi Tersangka

Dari peristiwa ini kita dapat belajar dari sudut pandang teknologi keamanan bahwasanya jangan sampai sembrono dalam menyimpan data bersifat pribadi. Berpikirlah dua kali sebelum merekam kegiatan berbau personal seperti hubungan seksual karena pemerintah Republik Indonesia termasuk kolot urusan seperti ini, kendati tujuannya adalah bukan untuk disebarluaskan dan merupakan properti pribadi.

Setelah sekian lama berkelit, Gisel pun akhirnya mengakui dengan ikhlas bahwa video berisi adegan seksual tersebut memang merupakan kepunyaannya. Sejumlah ahli forensik pun membenarkan bahwa pengakuan itu memang sesuai dengan hasil penyelidikan, termasuk penyetujuan dari beberapa ahli ITE sehingga GA mutlak menjadi tersangka.

Sembarangan Simpan Data Ponsel Dapat Terjerat Pidana Seperti Gisel

Meski demikian, Gisel membantah bahwa ia sembarangan simpan data ponsel miliknya karena adegan seksual pastinya mustahil untuk meremehkan metode penyimpanannya. Berdasarkan pengakuannya terhadap pengacara kondang Hotman Paris, Gisel pernah menghibahkan sebuah ponsel kepada sang manajer setelah ia menghapus total seluruh data di dalam smartphone canggih tesebut.

Naas baginya karena ternyata seluruh data yang pernah dihapus dalam memori internal masih dapat dimunculkan kembali dengan bantuan tools komputer. Ini merupakan sebuah fitur tersembunyi daripada sebuah ponsel cerdas yang berfungsi sebagai antisipasi apabila pemilik tidak sengaja menghapus data penting dan ingin memulihkannya kembali sewaktu – waktu.

Sembarangan Simpan Data Ponsel Dapat Terjerat Pidana Seperti Gisel

Sebagai contoh kasus, biasanya masyarakat yang hendak menjual kembali ponselnya akan menggunakan fitur berupa factory data reset pada menu pengaturan. Masalahnya, tindakan tersebut tidak menjamin bahwa data telah terhapus secara totalitas dan tidak dapat kembali lagi, melainkan justru dapat kita pulihkan keberadaannya dengan menggunakan bantuan daripada semacam aplikasi recovery data.

Pasalnya, data digital sifatnya tidak sama seperti ketika kita menuliskan sesuatu di kertas menggunakan pensil, lalu akan hilang ketika disapu menggunakan penghapus karet. Ia lebih mirip seperti menulis menggunakan ballpoint, kemudian kita timpa menggunakan tip-ex, supaya bisa menuliskan data baru di atasnya.

Sifat Data Digital Seperti Menghapus Tinta Pulpen Menggunakan Tip-Ex

Sejumlah praktisi IT pun menyuarakan pendapatnya terkait kasus sembarangan simpan data ponsel oleh artis yang kini jadi tersangka bernama Gisel. Maka dari itu, mengapa tidak mencoba beberapa tips seputar teknologi keamanan yang direkomendasikan Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia di mana sudah tentu pastinya berkualitas tinggi dan bukan ecek-ecek.

Pakar IT pun melanjutkan pernyataannya bahwa data berupa video syur Gisel tersebut bukannya muncul kembali, sehingga istilah itu dirasa kurang tepat. Lebih tepatnya, seluruh data pada ponsel yang telah dihapus baik secara sengaja maupun tidak, sebetulnya tidak pernah benar – benar terhapus secara keseluruhan.

Sembarangan Simpan Data Ponsel Menghapus Tinta Pulpen Menggunakan Tip-Ex

Perangkat lunak yang berfungsi semacam motherboard pada ponsel memiliki cara kerja unik terkait perintah penghapusan segala jenis data pada ruang memorinya. Proses menghapus data hanyalah sekedar menghilangkan jejak logika lokasi data sebelumnya, seolah memutuskan jalur menuju ke tempat itu sehingga A.I tidak dapat menghampirinya dan melakukan crawling terhadapnya.

Aplikasi recovery data akan mengembalikan jalan menuju ke tempat keberadaan data dengan cara menciptakan semacam jembatan buatan agar A.I dapat melaluinya. Dengan demikian, tingkat keberhasilan pemulihan data semacam ini sangatlah tinggi hingga melebihi angka 90%, atau dengan kata lain perbuatan Gisel menggunakan factory reset adalah sia – sia belaka.

About: Forne


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *